Apa Saja Karakteristik Guru Efektif?

Hujan rintik-rintik di luar sana masih saja berderai menimpa atap. Suaranya meneduhkan suasana. Sembari menyeruput segelas teh hangat saya mengenang kembali masa-masa di sekolah dulu. Saya rasa karir yang sekarang saya tempuh sebagai guru telah ditentukan ketika saya banyak bertemu guru-guru yang baik dan inspiratif. Mengenang kembali masa-masa di SD, SMP hingga SMA membawa saya pada kesimpulan singkat bahwa mereka, guru-guru hebat itu telah mengajar secara efektif di kelas. Saya mengingat-ingat apa saja karakteristik yang mereka miliki sehingga menjadikan mereka sebagai para pendidik yang efektif di kelas pada mata pelajaran yang mereka ampu. Barangkali saja hal tersebut akan menumbuhkan karakter yang demikian pula pada diri saya.

Memiliki Kemampuan Pedagogik

Saat saya kuliah di fakultas keguruan dan ilmu kependidikan saya sadar bahwa saya sedang disuguhkan beragam mata kuliah yang akan menyiapkan saya untuk menjadi guru dengan kemampuan pedagogik yang baik. Dan, ternyata kemampuan pedagogik inilah yang membuat (sebut saja) Pak Dani menjadi begitu efektif mengendalikan beragam kegiatan pembelajaran di kelas. Masa-masa di SMA adalah masa yang penuh gejolak emosi pada setiap siswanya. Saya rasa tidak mudah mengendalikan siswa-siswa SMA agar tetap berada dalam jalur pembelajaran. Tetapi di kelas, Pak Dani yang merupakan seorang guru Sejarah itu mampu mengatasi beragam tingkah polah kami. Beberapa siswa (laki-laki) seringkali berbuat keributan dan mencoba mengganggu pembelajaran yang difasilitasi oleh beliau, akan tetapi Pak Dani di mata saya selalu mampu mengatasinya. Kini, saya meyakini bahwa apa-apa yang beliau ambil sebagai tindakan dalam mengatasi tingkah polah mereka itu selalu berlandaskan pada ilmu psikologi pendidikan (pedagogik) yang beliau kuasai dengan mantap. Penguasaan keterampilan dan pengetahuan pedagogik akan mampu membuat guru memilih tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan dalam menghadapi beragam tingkah polah anak di dalam kelas, sembari tetap melaksanakan tugas utamanya, yaitu memfasilitasi seluruh siswa untuk belajar. Jadi penting dan amat utama bagi seorang guru untuk menguasai kemampuan pedagogik.

Apa Saja Karakteristik Guru Efektif?

apa saja karakteristik guru efektif?

Perencanaan dan Persiapan Mengajar

Saya pernah memiliki seorang guru yang selalu tampil di depan kelas dengan sempurna, apapun teknik mengajar yang digunakannya. Semua peralatan dan bahan-bahan telah disiapkan dengan baik, tersusun dengan rapi dan siap digunakan saat digunakan pada sekuen pembelajaran yang bersesuaian. Ibu Tjandra-kita sebut saja demikian, guru mata pelajaran Kesenian selalu telah menyiapkan segala sesuatunya, sehingga ia tidak pernah tampak kerepotan dengan beragam alat dan bahan yang digunakannya. Ia mempunyai wadah berbentuk box plastik yang berisi segalanya (terkesan demikian). Ia biasa mengambil barang-barang yang dibutuhkannya dari sana, dan ia seringkali menentengnya ke dalam kelas kami, alih-alih membawa tas sebagaimana guru lain. Kalau sekarang saya mengingat beliau, maka otomatis juga akan terbayang Dora The Explorer dengan ranselnya, atau Doraemon dengan kantong ajaibnya. Sepengetahuan saya, box itu selalu berganti-ganti isinya, ada kertas-kertas, ada gunting, ada kuas, atau krayon dan pensil warna. Kadang-kadang kita juga dapat menemukan jarum beraneka bentuk dan benang-benang wol beberapa gulung dengan warna-warni berbeda. Saya yakin beliau selalu menyiapkan alat dan bahan untuk pembelajarannya dan menaruhnya di dalam kotak ajaib itu. Bu Tjandra tentunya adalah sosok guru yang selalu melakukan perencanaan dan persiapan mengajar yang baik. Kalau tidak, tentunya dengan berbagai macam alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembelajaran ia akan bolak-balik ke ruang guru untuk mengambil alat atau bahan yang tercecer (ha..ha.... Sebagaimana saya sesekali waktu apabila persiapan mengajar saya kurang cermat). Bila kita mendiskusikan tentang persiapan mengajar maka tentunya harus juga membicarakan perencanaan mengajar. Secara profesional, guru harus menyiapkan perencanaan (RPP) dengan baik sehingga ia kemudian dalam melaksanakan pembelajaran di kelasnya dengan efektif.

Modifikasi Teknik Mengajar Melalui Refleksi Secara Kontinyu

Jika mengenang siapa guru saya yang paling menarik dan bervariasi teknik dan cara mengajarnya, maka saya pasti akan menyebut Pak Muhammad. Beliau memang luar biasa. Setiap anak di kelas kami (waktu itu saya duduk di kelas 5 SD dan beliau mengajar IPA) selalu menantikan kehadiran beliau. Mengapa demikian? Karena cara mengajar beliau tidak pernah membuat kami bosan. Ada-ada saja teknik mengajar beliau yang baru dan diperkenalkan kepada kami. Saya ingat, kami pernah dibuat berkompetisi secara beregu dengan membuat kelompok belajar lalu mengadakan lomba cerdas cermat (seperti tayangan acara TVRI jaman dulu, di mana setiap regu terdiri dari 3 orang) dan berlomba menjawab soal-soal singkat yang beliau bacakan secara berebutan. Di lain waktu beliau mengajar IPA dengan hanya bercerita saja. Beliau meminta kami duduk melingkar di depan kelas dan mengambil posisi yang paling kami sukai, lalu beliau duduk di kursi di tengah-tengah kami dan mulai bercerita tentang bagaimana terjadinya pelangi. Beliau menyelipkan beragam mitos dan legenda tentang pelangi di antara uraian ilmiah terjadinya pelangi dan mengaitkannya dengan kebesaran Sang Pencipta. Saya ingat, betapa kami terkagum-kagum saya beliau membuat pelangi di dinding kelas yang berwarna putih dengan membiaskan cahaya matahari yang masuk melalui jendela kelas dengan sebuah semprotan air yang membentuk butiran-butiran lembut air (seperti embun) di udara. Pak Muhammad memang luar biasa. Saya yakin kemampuan Pak Muhammad menguasai beragam teknik, metode, atau pendekatan mengajar didapat melalui keuletannya sebagai guru untuk selalu berusaha mencari cara-cara baru dalam mengajar. Ia harus selalu memodifikasi teknik mengajarnya dan membuat kami menunggu-nunggu kejutan apa yang akan disajikan di saat ia masuk ke kelas kami pada pertemuan berikutnya. Dan, penguasaan beragam teknik yang mumpuni itu tentunya hanya dapat diraih dengan melakukan refleksi secara berkelanjutan (kontinyu) untuk terus melakukan perbaikan. Pak Muhammad, saya selalu ingin menjadi guru idola sepertimu.

Hujan rintik-rintik di luar mulai berhenti. Menyenangkan juga mengenang kembali guru-guru hebat saya sewaktu sekolah dulu. Dan, ada keinginan yang sangat kuat untuk menjadi seperti mereka: guru efektif dengan karakteristik-karakteristik hebat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...