Manfaat Belimbing Sayur untuk Kesehatan

Manfaat Belimbing Sayur untuk Kesehatan


Belimbing buluh adalah nama lain belimbing sayur. Ibu saya dulu suka menggunakannya untuk menggosok barang-barang dari kuningan untuk mengilapkannya setelah tertutupi debu dan pengaruh buruk udara (oksidasi). Ketika mencuci piring yang penuh noda lemak, belimbing buluh ini dapat dijadikan alternatif pengganti jeruk nipis karena sifatnya yang sangat asam itu. Dijamin, noda berlemak dan berminyak cepat lepas dan hilang sehingga memudahkan proses mencuci alat-alat makan seperti piring dan sendok.   

Belimbing sayur di kalangan ahli botani dikenal dengan nama ilmiah Averrhoa bilimbi. Daunnya majemuk, terdapat dalam tangkai yang jatuh satu persatu dari pangkal tangkai. Ada 11 sampai 15 anak daun dalam tangkai. Bentuk daun kecil dengan ujung meruncing dan tepi daun rata. Jika dibandingkan dengan kerabatnya belimbing buah, daun belimbing sayur lebih berbulu. Sangat terasa pada permukaan daun apabila diraba. Tanaman yang terkenal sebagai bumbu masakan untuk membuat gulai ikan, sup ikan, atau pepes ikan ini memang banyak manfaatnya sebagai bahan obat dan pemelihara kesehatan.


Belimbing wuluh atau belimbing sayur tinggi pohonnya bisa sampai 10 meter, dan dapat berumur puluhan tahun. Walaupun demikian, tanaman ini cepat sekali berbuah. Pada umur 3 tahun, buah sudah dapat dipetik dari batangnya. Cara memperoleh bibit tanaman ini sangat mudah. Buahnya yang masah atau sudah tua dapat di letakkan di dalam pot berisi tanah gembur. Beberapa minggu kemudian, dari biji-biji yang ada di dalam buah tersebut akan tumbuh anakan baru. Anakan tanaman belimbing sayur ini kemudian dapat dipindahkan untuk dipisah-pisahkan ke wadah atau pot lainnya sebelum siap ditanam di pekarangan.

Belimbing asam demikian ia juga disebut karena rasa buahnya yang luar biasa masam. Walaupun demikian kita semua tahu bahwa tanaman ini biasa juga digunakan sebagai bahan jamu. Buahnya baik untuk mengobati penyakit seperti batuk rejan, sariawan atau stomatitis, beri-beri, gusi berdarah, panu, gigi berlubang, jerawat, lumpuh, pendarahan haemoroid, tekanan darah tinggi, kelumpuhan, peradangan pada rectum, hepatitis, pencegah kemandulan dan gangguan sistem pencernaan. Aktifitas antibakteri yang dimiliki buah belimbing mampu membunuh Escherchia coli, Salmonella typhii (penyebab typus), Staph aureus, dan Bacillus cereus.

Bunganya biasa dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan batuk dan sariawan atau stomatitis. Daunnya dapat dipakai untuk bahan obat rematik, diabetes, hipertensi, parotitis (penyakit gondongan), abses, jerawat, dan sakit perut. Daun belimbing sayur ternyata juga mampu menurunkan kadar gula darah hingga 50%, sedangkan kemampuannya menurunkan trigliserida dalam darah hingga 130%, meningkatkan kadar kolesterol-HDL hingga 60%, menurunkan kadar peroksidase-lipid dalam ginjal.

Tumbuhan belimbing wuluh menyebar hingga ke Malaysia, Filipina, Sri Lanka, dan India. Diperkirakan oleh para ahli botani, bahwa tanaman ini aslinya berasal dari Maluku (Indonesia). Buahnya yang biasa dibuat sebagai bahan untuk campuran sambal terasi ternyata banyak mengandung bahan kimia yang berkhasiat sebagai analgesik (pereda nyeri), dan diuretik (melancarkan kencing). Pada batang belimbing sayur terkandung bahan aktif seperti sponin, tanin, glukosida, calcium oksalat, belerang, asam format, dan enzim peroksidase. Pada daun terkandung bahan aktif seperti tanin, belerang, asam sulfat, enzim peroksidase, kalium sitrat dan calcium oksalat.

Batang berbonggol-bonggol dan ditumbuhi buah yang berasal dari bunga majemuk kecil-kecil berwarna merah. buah tumbuh bergerombol akhirnya, dan menempel pada batang dengan tangkai buahnya yang kecil. Kalau sudah tua dan masak, kulit buah berwarna hijau kekuningan, sementara saat masih muda buah berwarna hijau. Buah ini dapat mencapai panjang 4 sampai 6 cm jika sudah berkembang penuh. Penuh dengan air yang rasanya asam segar.

Tips dan Info Lainnya tentang Belimbing Sayur

Untuk penggunaan sebagai bahan herbal, sebaiknya anda menghubungi atau berkonsultasi dengan ahli herbal. Ini dimaksudkan agar dosis dan tata cara penggunaan belimbing sayur benar-benar tepat sehingga dapat mengobati atau meringankan penyakit yang ingin diobati secara optimal. Walaupun catatan mengenai efek negatif atau sifat racun pada tanaman belimbing sayur tidak pernah disebutkan, penggunaan bahan dari tanaman ini seperti misalnya buahnya sebaiknya memperhatikan kondisi pemakai, misalnya saja, gangguan maag (asam lambung) mungkin dapat meningkat karena penggunaan buahnya yang sangat asam.

Baca juga:
Manfaat Delima untuk Kesehatan
Manfaat Daun Sirsak untuk Kesehatan
Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...