Feeback (Umpan Balik) yang Tepat Setelah Ulangan Harian

Hari ini bapak dan ibu guru telah melakukan ulangan harian terhadap pembelajaran yang dilakukan di kelas setelah beberapa pertemuan? Atau ada beberapa PR siswa yang harus dikembalikan besok? Baik, itu berarti saatnya melakukan koreksi lembar jawaban atau buku PR mereka. Ini berarti bapak dan ibu guru akan memberikan feedback atau umpan balik kepada siswa terkait jawaban soal-soal ulangan atau PR yang telah mereka kerjakan. Pertanyaannya, bagaimanakah cara terbaik dan efektif untuk memberikan feedback ini? Tulisan berikut akan mencoba menguraikannya.

bagaimana caranya memberikan umpan balik (feedback) yang tepat pada hasil ulangan harian, tugas, dan PR siswa? ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar umpan balik menjadi efektif
berikan umpan balik untuk hasil yang efektif

Masalah Rentang Waktu

Suatu feedback yang baik diberikan sesegera mungkin. Itu artinya, ulangan harian atau PR atau tugas-tugas yang ingin dikembalikan guru kepada siswa harus segera dikoreksi. Untuk melakukan ini dengan baik, guru harus menjadwalkan waktu khusus agar tidak ada koreksian ulangan, PR atau tugas yang menumpuk. Memang tugas guru banyak, tapi begitulah. Waktu khusus ini akan memungkin para guru dapat dengan cepat mengoreksi pekerjaan siswa sehingga rentang waktu pengembalian pekerjaan itu kepada siswa tidak terlalu lama.

Feedback harus dilakukan sesegera mungkin, atau fungsinya akan menjadi tidak efektif. Jika terlalu lama, kesempatan terbaik untuk mereview kembali materi pembelajaran akan hilang karena besar kemungkinan materi pembelajaran telah jauh maju dari topik atau materi yang dikoreksi, sehingga siswa menjadi harus kembali ke sesi-sei pembelajaran yang telah jauh mereka lewati. Begitu juga dari sisi guru, ini tentu akan membutuhkan waktu khusus untuk mereview materi (yang menjadi) lama tersebut. Jadi, jika mungkin, berikan feedback secepat mungkin sehingga jika diperlukan perbaikan pemahaman maka akan lebih mudah, karena materi pelajaran yang sedang diajarkan masih seputar itu.


Mulailah dengan yang Bagus-Bagus

Ups.. sekedar memperjelas, bahwa memberikan feedback (umpan balik) yang dimaksud di sini bukan sekedar memberi tanda silang (x) untuk jawaban yang salah, dan memberikan tanda cek (v) atau sejenisnya sebagai tanda pekerjaan siswa telah baik. Umpan balik atau feedback yang dimaksud di sini juga dalam bentuk komentar.

Ketika siswa berhasil mengerjakan suatu tugas atau menuliskan jawaban soal dengan benar, maka berilah komentar. Feedback ini harus lebih dulu disampaikan secara tertulis di bawah jawaban (ruang kosong yang tersedia). Guru dapat memberikan komentar seperti. "Bagus sekali, ibu suka caramu menguraikan alasan untuk menjawab soal mengapa candi-candi di Pulau Jawa lebih banyak jumlahnya dibanding di Pulau Sumatera." atau sejenisnya. Tuliskan komentar-komentar yang berkaitan dengan hal-hal yang bagus ini di awal umpan balik bapak dan ibu guru. Seetelah itu barulah melanjutkan dengan komentar yang bersifat kritik atau perbaikan.

Menempatkan umpan balik yang menyenangkan di awal, akan membuat siswa merasa senang. Ini penting untuk membuat mereka termotivasi untuk belajar lebih baik lagi pada pembelajaran berikutnya.

Umpan Balik yang Spesifik

Ketika menuliskan komentar, tulislah secara spesifik. Ini mungkin memerlukan waktu yang lebih lama untuk proses koreksi tetapi akan sangat bermanfaat sekali bagi siswa. Misalnya, "Kamu selalu ketinggalan tanda sama dengan (=) untuk mengawali baris pertama jawaban penyelesaian hitunganmu. Secara matematis itu tidak benar. Lain kali jangan lupa ya..."

Pada contoh itu, guru memberikan feedback secara spesifik sehingga siswa tahu dimana letak kekurangan jawabannya. Diharapkan dengan mengetahui di mana kekurangan jawabannya, siswa akan mengingatnya dan lebih berhati-hati di lain waktu.

Jangan Takut Mengkritik atau Menyalahkan

Ketika komentar harus diberikan dalam bentuk kritik atau menyalahkan, lakukan saja. Yang terpenting, tuliskan dengan kata-kata yang tidak terlalu pedas. Bagi siswa, penting untuk mengetahui di mana letak kesalahan mereka dalam mengerjakan suatu tugas. Jangan hanya menuliskan pujian-pujian sebagai feedback. Pengetahuan dan pemahaman mereka dapat dibangun juga dengan kritikan. Ini juga akan membiasakan mereka terhadap kritik-kritik yang nantinya tentunya juga akan diterimanya di dunia nyata.

Berikan Solusi atau Pencerahan

Ketika siswa begitu tampak bingung bagaimana menjawab soal-soal, tugas atau PR, guru dapat memberikan umpan balik dengan memberikan petunjuk atau "clue" untuk pencerahan berpikir mereka. Bisa juga guru bahkan menuliskan solusi atau jawaban soal itu, jika dirasa diperlukan.

Berlanjut Di Kelas Saat Pembelajaran

Ketika hasil ulangan, PR atau tugas dibagikan di kelas, maka siswa diminta mencermati komentar-komentar yang guru tulis pada kertas-kertas tersebut. Guru kemudian dapat memulai diskusi singkat untuk memperjelas apa yang diinginkannya pada siswa terkait feedback yang diberikan tersebut. Siswa mungkin akan bertanya, mengklarifikasi dan sebagainya. Ini bagus sebagai bentuk review tentang apa yang telah mereka kerjakan melalui ulangan, tugas dan PR agar dapat diperbaiki di kemudian hari. Hal ini juga yang tadi menjadi alasan mengapa feedback harus diberikan sesegera mungkin. Jadi ketika materi pelajaran yang akan diajarkan masih pada topik yang sama, tentunya proses pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Bayangkan jika koreksian dan feedbacknya diberikan setelah berminggu-minggu, mengulang kembali pelajaran lama tentu akan membuat proses pembelajaran menjadi kurang lancar dan kurang nyaman, baik bagi guru maupun siswa.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...