Mengapa Guru Harus Paham Psikologi Pendidikan?

Mengapa Guru Harus Paham Psikologi Pendidikan?

Ah mungkin pertanyaan: Mengapa guru harus paham psikologi pendidikan adalah pertanyaan yang lucu jika ditanyakan kepada Bapak dan Ibu Guru. Bukankah demikian? Yup, tapi memang guru harus memahami psikologi pendidikan. Penting sekali kajian ini untuk terus dipelajari. Nah..nah..ini yang sering dilupakan. Beberapa guru yang malas belajar lagi menjadi ketinggalan. Mereka menjadi out of date karena tidak menyadari bahwa perkembangan psikologi pendidikan begitu pesat. Banyak teori-teori psikologi pendidikan baru menyeruak dan mengantikan teori-teori lama, karena teori-teori baru memang lebih logis dan terbukti secara empiris di lapangan kebenarannya.

psikologi pendidikan berkebang sangat pesat sekarang ini. Berbagai teori bermunculan menggeser teori-teori psikologi pendidikan lama. Guru harus selalu memperbaharui pemahamannya tentang ini.
guru mesti memahami psikologi pendidikan


Beberapa guru produk lama (lulusan tempo doeloe), yang tidak mempelajari kembali psikologi pendidikan modern masih akan mengira cara-cara mereka melakukan praktik di dunia pendidikan adalah cara yang terbaik. Buktinya, masih banyak praktik di mana guru memberikan hukuman fisik kepada anak; tidak menyadari bahwa ia juga melakukan praktik bully (perundungan) kepada siswanya, dan sebagainya.

Jadi kalau saat ini, ada guru yang malas baca buku-buku keluaran terbaru mengenai psikologi pendidikan, saya mesti bilang gimana... gitu. Hi..hi...

10 Macam Kegiatan yang Memerlukan Pemahaman tentang Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan adalah salah satu landasan yang harus dipahami seorang guru dan juga praktisi pendidikan lainnya. Ada banyak hal di lapangan yang membutuhkan pemahaman kita tentang ini, sebagaimana yang disebutkan oleh M. Dalyono dalam buku Psikologi Pendidikan, 2010, ada 10 paling tidak 10 macam kegiatan yang memerlukan pemahaman akan prinsip-prinsip psikologi pendidikan, yaitu:
  • seleksi penerimaan siswa baru
  • perencanaan pendidikan
  • penyusunan kurikulum
  • penelitian pendidikan
  • administrasi pendidikan
  • pemilihan materi ajar
  • interaksi pembelajaran
  • pelayanan BK
  • metodologi mengajar
  • pengukuran dan evaluasi
Ke 10 hal atau kegiatan tersebut banyak dilakukan guru. Oleh karenanya guru-guru yang tidak memahami psikologi pendidikan dan tidak mau memperbaharui keilmuannya tentang psikologi pendidikan dapat saja melakukan malpraktek. Bisa bahaya bukan. Pendidikan adalah suatu proses panjang. Jika guru salah dalam melakukan prakteknya, maka hasilnya baru akan terlihat beberapa puluh tahun mendatang. Jadi, kalau kita mau menjadi guru yang baik, kita harus selalu berusaha mempelajari psikologi pendidikan dan yang terpenting terus mengikuti perkembangan cabang psikologi yang satu ini. Setuju?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...