Mengapa Interaksi dalam Proses Pembelajaran Bahasa Itu Penting?

Mengapa Interaksi dalam Proses Pembelajaran Bahasa Itu Penting?

Interaksi dalam proses pembelajaran bahasa sangat penting. Interaksi yang terjadi di dalam kelas akan membantu peserta didik dalam mengembangkan pembelajaran berbahasa mereka. Selain itu tentunya juga akan menumbuhkan keterampilan sosial mereka. Memaksimalkan interaksi di dalam kelas dalam pembelajaran bahasa adalah merupakan bagian penting dari peran guru sebagai fasilitator. Memang tidak mudah jika belum terbiasa. Interaksi antar peserta didik atau anggota kelas lainnya tidak akan terjadi secara begitu saja, akan tetapi seorang guru harus mempertimbangkan rencana pembelajarannya secara matang sebelum mengajar dan secara khusus memasukkan aspek interaksi ini di dalam perencanaan mengajar itu. Berikut ini ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan interaksi siswa atau peserta didik dalam proses belajar mengajar di kelas.

Kenyataan di kelas untuk pembelajaran bahasa justru sangat memprihatinkan. Kualitas dan kuantitas interaksi dalam pembelajaran antara semua komponen (siswa dengan siswa, siswa dengan guru) masih sangat kurang. Belum sesuai yang diharapkan oleh kebanyakan guru. Beberapa peserta didik kadang-kadang terkesan malu-malu, atau menganggap remeh interaksi yang diminta guru untuk menerapkan keterampilan berbahasa mereka. Contohnya yang sering terlihat dalam pelajaran Bahasa Asing seperti Bahasa Inggris, ketika mereka diminta untuk saling berinteraksi (bertanya jawab) kepada sesama mereka atau teman didekatnya tentang suatu topik atau hal, tampak nyata bahwa mereka mengalami kesulitan.

Baca Juga: Faktor-Faktor penyebab Rendahnya Interaksi Proses Belajar Bahasa Inggris

Secara khusus bisa dikemukakan bahwa interaksi dalam proses pembelajaran bahasa (baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing seperti bahasa Inggris) itu sangat penting, yaitu:

Ada banyak alasan mengapa interaksi dalam proses pembelajaran bahasa itu sangat penting.
cukupkan pembelajaran bahasa dengan interaksi seadanya?

Interaksi yang tinggi menunjukkan partisipasi yang tinggi dalam pembelajaran

Sudah pasti para guru memaklumi bahwa adanya interaksi yang tinggi di dalam kelas menunjukkan bahwa di dalam kelas itu partisipasi belajarnya tinggi. Kita ketahui bersama bahwa, walaupun peserta didik berada di dalam kelas dan duduk dengan baik itu tidak menjadi jaminan pasti bahwa mereka benar-benar sedang belajar. Mereka bisa duduk dengan baik tetapi pikiran mereka entah kemana dan bukan pada pembelajaran yang sedang berlangsung. Interaksi pada pembelajaran bahasa ditunjukkan dengan adanya percakapan-percakapan antar mereka sesuai dengan topik yang sedang dibelajarkan. Partisipasi sangat penting karena itulah sejatinya proses belajar mereka. Peserta didik yang tidak atau kurang berpartisipasi tentu saja tidak atau kurang memperoleh apa-apa yang hendak diberikan guru untuk mereka kuasai sebagai tujuan pembelajaran. Belajar memerlukan proses aktif. Proses belajar secara aktif dalam hal ini adalah interaksi yang dilakukan melalui percakapan-percakapan yang dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sedang dipelajari.

Interaksi mengasah keterampilan berbahasa peserta didik

Mengapa guru menghendaki dalam pembelajaran bahasa terdapat banyak interaksi yang berkualitas? Karena sejatinya jika peserta didik atau siswa mempelajari suatu bahasa, berarti mereka sedang mempelajari sebuah keterampilan. Bahasa adalah keterampilan. Dan, para pakar pendidikan telah lama setuju bahwa untuk meningkatkan keterampilan apapun cara terbaiknya adalah dengan berlatih. Interaksi dalam proses pembelajaran bahasa seperti bahasa Inggris bisa dimaknai sebagai latihan. Dengan banyak berinteraksi berarti makin banyak latihan menggunakan bahasa Inggris tersebut.

Interaksi dalam proses pembelajaran menunjukkan terjadinya pembelajaran kolaboratif

Ketika siswa saling berinteraksi (bercakap-cakap) pada saat pelajaran bahasa, maka secara tidak langsung akan menciptakan suatu komunitas belajar yang bersifat kolaboratif. Peserta didik dapat saling belajar satu sama lain, menguatkan dan memberi masukan terhadap teman-teman yang berinteraksi dengannya atau sebaliknya menerima penguatan, dan menerima masukan. Kolaboratif learning sampai saat ini dipercaya sebagai salah satu pendekatan terbaik dalam proses belajar seseorang, demikian pula pada pelajaran bahasa.

Baca Juga: Tips Meningkatkan Interaksi dalam Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Interaksi dalam proses pembelajaran bermakna sosialisasi

Sudah disebutkan di atas (pada awal tulisan ini) bahwa dengan melakukan interaksi pada proses pembelajaran secara maksimal, maka semua anggota kelas utamanya sesama siswa akan terjadi sosialisasi. Mereka tidak Cuma berlatih menggunakan bahasa asing, tetapi juga melakukan proses bersosial dengan orang-orang di sekitarnya (teman-temannya). Proses sosialisasi antar peserta didik sangat penting sebagai salah satu bekal hidup bagi mereka ketika mereka berada di masyarakat. Seyogyanyalah kelas benar-benar menjadi sebuah model kumpulan warga masyarakat di mana di dalamnya mereka dapat belajar melakukan interaksi sosial yang baik, efektif, dan sesuai norma-norma yang ada.

Interaksi proses belajar meningkatkan motivasi belajar

Semakin tinggi kualitas dan kuatitas interaksi dalam proses pembelajaran (baik pembelajaran bahasa ataupun pelajaran apa saja), akan dapat meningkatkan motivasi belajar pada diri peserta didik. Dengan melakukan interaksi, peserta didik akan dapat menemukan suatu hal yang mampu memotivasi mereka untuk belajar lebih baik. Interaksi mendukung iklim kelas yang kondusif. Dengan segala poin-poin sebelumnya itu, maka melalui interaksi proses belajar di kelas motivasi belajar mereka juga akan meningkat dengan sendirinya.

Baca Juga:
Bagaimana Melakukan Interaksi Proses Pembelajaran yang Baik?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...