Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah (Satuan Pendidikan)

Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah (Satuan Pendidikan)


Pendidikan karakter adalah segala usaha yang dilakukan dalam mendidik peserta didik atau siswa sehingga memiliki karakter yang dikehendaki yaitu karakter-karakter yang sesuai dengan nilai-nilai moral, berbangsa dan bernegara serta etika dan budaya. Beberapa nilai karakter utama, sebagaimana disebutkan oleh Kemdikbud ada 18 yaitu:
  1. Religius
  2. Jujur
  3. Toleransi
  4. Disiplin
  5. Kerja Keras
  6. Kreatif
  7. Mandiri
  8. Demokratis
  9. Rasa ingin tahu
  10. Semangat kebangsaan
  11. Cinta tanah air
  12. Menghargai prestasi
  13. Bersahabat/komunikatif
  14. Cinta damai
  15. Gemar membaca
  16. Peduli lingkungan
  17. Peduli Sosial
  18. Tanggung jawab

Religius adalah karakter yang ditunjukkan siswa dengan menjalankan ibadah agamanya masing-masing, toleran terhadap teman atau orang lain yang juga melaksanakan ibadahnya, dan selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.  Karakter jujur adalah adalah karakter yang sangat penting selain religius. Kita bisa melihat kondisi bangsa ini yang penuh dengan deraan kasus korupsi, mark up, dan sebagainya. Diharapkan dengan memiliki karakter jujur ini, peserta didik akan menjadi generasi penerus yang lebih baik, di mana setiap ucapan dan tindakannya dapat dipercaya. Karakter tolerasi merupakan karakter utama ketiga. Karakter ini tidak hanya bersangkut paut dengan kehidupan antar umat beragama, tetapi juga dimaksudkan adanya karakter toleran dalam hal suku, etnis, pendapat, hingga tindakan yang ditempuh oleh orang lain.

bagaimana cara melakukan penumbuhan dan penguatan pendidikan karakter di sekolah atau satuan pendidikan? membaca adalah salah satu contohnya
pembiasaan adalah salah satu metode penumbuhan dan penguatan karakter


Disiplin adalah karakter penting yang ke-4. Adanya kepatuhan dan sesuai aturan adalah ciri khas dari karakter disiplin. Sementara karakter kerja keras menunjukkan adanya kemauan yang kuat dengan dibarengi usaha dan upaya untuk mencapai suatu keberhasilan. Dengan karakter kerja keras, generasi bangsa ini tidak akan mudah menyerah sehingga dapat lebih maju dan berkarya untuk bangsanya. Karakter kreatif diperlukan untuk mendampingi karakter kerja keras, sehingga dalam melakukan hal-hal yang diperlukan peserta didik dapat melakukannya dengan cara-cara baru yang lebih baik, lebih mudah, lebih efisien dengan daya cipta dan kreasi yang dimilikinya. Peserta didik atau anak-anak kita juga harus memiliki karakter mandiri sehingga menjadi pribadi yang kuat dan tak harus bergantung pada orang lain.

Karakter demokratis merupakan karakter yang ditunjukkan dengan cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Sementara karakter rasa ingin tahu adalah karakter yang terlihat dalam sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar. Semangat kebangsaan adalah karakter yang ditunjukkan dengan cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Sementara karakter cinta tanah air adalah suatu cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Karakter menghargai prestasi adalah karakter yang terwujud dalam bentuk sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Karakter yang bersahabat atau komunikatif maksudnya adalah suatu sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Karakter cinta damai merupakan perwujudan dari sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

Karakter gemar membaca adalah kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. karakter menghargai prestasi adalah karakter yang terwujud dalam bentuk sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Karakter yang bersahabat atau komunikatif maksudnya adalah suatu sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Karakter cinta damai merupakan perwujudan dari sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Karakter peduli lingkungan adalah Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Karakter peduli sosial adalah Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Karakter bertanggung jawab adalah Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Ke-18 nilai karakter utama itu harus dikembangkan secara optimal di sekolah-sekolah dengan melalui berbagai strategi.

Penguatan adalah upaya yang dilakukan untuk mempertegas pencapaian suatu tujuan. Dalam hal ini, jika kita mengacu pada penguatan pendidikan karakter berarti kita sedang mempertegas pencapaian terbentuknya karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai moral, berbangsa dan bernegara, serta etika dan budaya. Penguatan pendidikan karakter dimaksudkan karena saat ini telah terjadi kemerosotan nilai-nilai karakter pada generasi bangsa. Oleh karena diperlukan suatu usaha yang lebih tegas demi menumbuhkan nilai-nilai karakter tersebut secara lebih kuat dan mewujud pada diri anak-anak kita.

Pendidikan karakter di sekolah (satuan pendidikan) dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pemerintah sendiri melalui kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuat garis-garis kebijakan bagaimana cara mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter di sekolah atau satuan pendidikan.

Keteladan Orang Dewasa Di Sekolah Bagi Peserta Didik

Di sekolah atau satuan pendidikan semua warga sekolah yang lebih tua seperti guru, petugas kebersihan, satpam, pustakawan, atau pegawai lainnya haruslah menunjukkan sikap, cara berpikir, cara bertindak dan wawasan yang dapat dijadikan contoh bagi semua peserta didik. Kita semua mengetahui bahwa teladan adalah jauh lebih utama untuk mengajarkan nilai-nilai dan karakter. Percuma saja dilakukan pembiasaan, pemberian pujian atau metode dan strategi lainnya, jika orang-orang dewasa yang ada di lingkungan sekolah tidak menunjukkan keteladanan akan karakter-karakter utama tersebut di atas.

Pembiasaan yang Dilakukan Secara Rutin dan Berkala

Metode atau strategi lain yang dapat digunakan sebagai penguatan pendidikan karakter di sekolah adalah melakukan pembiasaan. Anak-anak misalnya setiap pagi hari dibiasakan selama 15 menit untuk membaca buku non pelajaran untuk menumbuhkan karakter gemar membaca. Mereka juga dapat secara bergiliran dan berkala dibimbing melakukan ibadah tertentu. Misalnya bagi siswa muslim dilakukan pembiasaan shalat dzuhur berjamaan dan sebagainya.

Pujian Bagi Siswa yang Menunjukkan Karakter Utama

Ketika siswa menunjukkan telah mempunyai karakter utama yang 18 itu, guru atau pegawai di sekolah atau satuan pendidikan dapat memberikan pujian dan penghargaan. Salah satu bentuk penguatan yang efektif adalah pujian dan penghargaan. Pujian dan penghargaan diberikan ketika perilaku atau wawasan atau cara pikir yang menunjukkan adanya karakter yang diinginkan dimiliki oleh siswa, sehingga ia akan selalu menjaga dan berusaha mempertahankan nilai-nilai karakter bagus yang telah ada itu untuk lebih berkembang.

Hukuman dalam Pendidikan Karakter

Hukuman memang saat ini menimbulkan pro-kontra di masyarakat umum dan dunia pendidikan. Guru atau personil lain di sekolah harus berhati-hati dalam memberikan hukuman dengan tujuan memberikan penguatan karakter yang baik bagi siswa. Sekolah harus memberikan iklim rasa aman (baik dari kekerasan yang bersifat fisik ataupun psikis). Sekolah harus memberikan hukuman yang efektif tetapi bukan yang bersifat melanggar hak asasi siswa. Pemberian hukuman harus didasarkan pada peraturan sekolah yang telah disosialisasikan dan disetujui sebelumnya oleh pihak-pihak yang berkepentingan seperti orang tua, guru, siswa, kepala sekolah, dinas pendidikan, dan sebagainya.

Ditinjau dari waktu pelaksanaannya metode-metode atau strategi penguatan pendidikan karakter dapat dibagi menjadi kegiatan yang bersifat terprogram dan kegiatan yang yang bersifat insidensial.


Kegiatan Penumbuhan dan Penguatan Karakter yang Terprogram

Kegiatan yang terprogram adalah kegiatan-kegiatan penumbuhan dan penguatan nilai karakter secara terencana dan memang diprogramkan oleh sekolah atau satuan pendidikan. Kegiatan-kegiatan seperti membaca buku 15 menit sebelum pelajaran dimulai seperti disebutkan di atas adalah salah satu contohnya. Kegiatan-kegiatan yang terprogram ini tentu saja memiliki prosedur pelaksanaan dan penjadwalan yang jelas. Ada target-target dan tujuan yang ingin dicapai dalam rentang waktu tertentu dan jelas siapa yang bertanggung jawab.

Kegiatan Penumbuhan dan Penguatan Karakter Insidensial

Sementara kegiatan insidensial adalah kegiatan-kegiatan yang terjadi tanpa diprogramkan terlebih dahulu tetapi kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan ini dinilai bagus untuk dijadikan kesempatan untuk menyelipkan penumbuhan dan penguatan nilai karakter-karakter utama.

Baca Juga:
Apa yang Terjadi Pada Anak Kreatif Jika Penangannya Salah?
Metode-Metode dalam Psikologi Pendidikan

Apa yang Terjadi pada Anak Kreatif yang Berada Di Tangan Guru yang Salah?

Apa yang Terjadi pada Anak Kreatif yang Berada Di Tangan Guru yang Salah?


Tidak semua anak terlahir dengan bakat kreatif. Hanya sebagian kecil dari anak-anak memiliki ini. Mereka akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang luar biasa ketika mereka berada di tangan yang tepat. Mereka akan menjadi orang yang luar biasa sukses sesuai dengan bidang mereka masing-masing. Tentu saja mereka mempunyai bakat dan kreatif di bidang khusus saja seperti seni lukis, seni tari, seni peran, fisika, biologi, pemerhati sosial yang hebat, dan sebagainya. Ada ciri khas mengenai anak-anak kreatif berbakat ini misalnya mereka akan tampak begitu terobsesi dengan bidang khusus tersebut dan berani menanggung resiko demi mengembangkan dan menyalurkannya. Mereka bisa mengorbankan hal-hal atau bidang lainnya. Jika bakat dan kreativitas mereka tidak tersalurkan di sekolah, maka mereka cenderung menjadi tidak puas dengan keadaan kemudian melakukan perilaku-perilaku destruktif (bersifat merusak). Tetapi jika mereka dapat disalurkan dengan baik maka mereka akan menjadi berprestasi bagus di bidang tersebut. Selain itu anak-anak dengan bakat dan sifat kreatif yang khas ini biasanya senang bekerja sendiri dan sangat percaya diri.

apa jadinya jika anak yang kreatif dan berbakat ditangai oleh guru yang salah (salah penanganan)? mereka bisa jadi nakal dan drop out
anak kreatif dan berbakat yang berada di tangan guru yang salah


Susahnya, jika kondisi dan situasi sekolah atau kelas tidak memberikan ruang gerak yang cukup bagi anak-anak ini untuk mengembangkan dan menyalurkan bakat serta kreativitasnya, maka masalah-masalah selain kenakalan (anggapan guru) juga akan bermunculan misalnya terjadi rendahnya prestasi padahal mereka mampu mencapai yang lebih atau dengan kata lain prestasi mereka lebih jauh rendah dibanding potensinya (underachiever). Juga bila sudah fatal, mereka dapat menjadi putus sekolah (drop out).

Fakta Bahwa Anak Berbakat dan Kraetif Berpotensi Putus Sekolah

Penelitian menunjukkan bahwa banyak anak-anak berbakat dan kreatif menjadi drop out (putus sekolah). Contoh yang terkenal misalnya Thomas Alva Edison yang karena ketertarikannya dalam bidang IPA membuatnya dianggap teman-teman dan guru (lingkungannya) sebagai anak yang tidak waras. Thomas Alva Edison bahkan menjadi drop out, padahal setelah ia mampu tegak berdiri dengan keyakinannya, berbagai penemuan berhasil didapatkannya seperti invensinya yang fenomenal tentang bola lampu (lampu pijar). Anak-anak berbakat dan kreatif memerlukan kejelian guru untuk melihat minat serta bakat yang dimiliki, menyalurkannya untuk memberikan tempat mengekspresikan diri dan menghargai segala bentuk kreativitas yang dilakukannya. Ini akan membuat anak merasa aman. Lingkungan sekolah yang penuh dengan bully (perundungan) juga seringkali menyebabkan anak-anak berbakat dan kreatif justru menjadi putus sekolah.

Jika Anak Berbakat dan Kreatif Memperoleh Hasil Belajar Lebih Rendah dari Potensinya

Sangat mungkin kita mendapati anak-anak berbakat dan kreatif menjadi underachiever (rendah hasil belajar dibanding potensi yang dimiliki) di sekolah-sekolah karena kurang tepatnya perlakuan guru, atau penggunaan metode mengajar yang tidak cocok dengan mereka. Anak-anak berbabat dan kreatif adalah anak-anak berkebutuhan khusus dan memerlukan penyaluran keistimewaan (kekhususan) ini. Penangan yang salah selanjutnya akan mengarah pada putus sekolah seperti disebutkan di atas. Penyebab rendahnya hasil belajar dibandingkan potensi yang dimiliki mereka ini diakibatkan menurunnya motivasi belajar, perubahan sikap dan perilaku karena lingkungan di sekolah tidak mendukung mereka untuk berkembang.

Demikian uraian mengenai apa yang dapat terjadi pada anak-anak kreatif dan berbakat jika mereka berada di tangan guru yang salah, atau lingkungan sekolah yang kurang mendukung perkembangan mereka.

Baca juga:
Prinsip Belajar Sambil Bermain di TK Paud
Metode-Metode dalam Psikologi Pendidikan

Cara Membuat Rumah-Rumahan dari Kertas Origami yang Mudah

Hoi, lihatlah gambar di bawah ini. Sebuah rumah mungil dari kertas origami yang cantik bukan? Tidak sulit kok membuatnya. Anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar pasti juga bisa dengan mudah membuatnya, asal mendapatkan bimbingan mula-mula dari Bapak dan Ibu Guru. Oh ya membuat rumah mungil ini tidak dibutuhkan keahlian khusus. Sangat mudah mempelajarinya dari tutorial yang kami berikan melalui penjelasan langkah-langkah yang diserta gambar berikut ini. Bagi orang tua, juga dapat mengajarkan membuat rumah dari kertas origami ini pada anak-anak di waktu senggang atau hari libur. Lumayan bisa menambah kebersamaan dengan melakukan hal-hal kreatif bersama anak-anak.

mau membuat rumah-rumahan dari kertas origami yang mudah tapi hasilnya lucu dan cantik? silakan ikuti tutorial cara membuatnya berikut ini.
rumah-rumahan dari kertas origami


Langkah-Langkah / Cara Membuat Rumah-Rumahan dari Kertas Origami yang Sangat Mudah
Pertama-tama siapkan alat dan bahannya, yaitu: (1) selembar kertas origami, warna apa saja boleh. (2) lem kertas secukupnya. (3) spidol untuk mempercantik rumah-rumahan. Dan (4) gunting atau cutter.
  • Pertama-tama letakkan kertas origami di atas meja atau lantai.
  • Perhatikan Gambar berikut. Garis-garis hitam itu menunjukkan garis lipatan yang akan kita buat.

gunakan 1 lembar kertas origami, lalu lipat mengikuti pola garis ini.
gunakan 1 lembar kertas origami, lalu lipat mengikuti pola garis ini.


  • Setelah dilipat-lipat sesuai garis tersebut, maka kertas origami akan jadi seperti gambar ini.

langkah-langkah membuat rumah-rumahan dari kertas origami yang mudah untuk anak sekolah dasar
hasil pelipatan kertas akan tampak seperti ini


  • Lanjutkan dengan menggunting garis lipatan yang terletak di bagian tengah pada dua sisi yang berseberangan seperti gambar berikut.


  • inilah cara membuat rumah kertas yang mudah untuk anak-anak SD dan bisa selesai dengan waktu singkat
    gunting 2 sisi pada tengah lipatan


  • Selanjutnya dari guntingan itu, kertas ditekuk membentuk atap, seperti tampak pada gambar berikut. Gunakan lem untuk merekatkannya.


  • langkah-langkah membuat rumah-rumahan yang mudah untuk anak-anak
    tekuk dan lem pada bagian yang bertumpukan


  • Ketika kedua sisi yang berlawanan direkatkan seperti gambar di atas, maka bentuknya akan seperti gambar di bawah ini.


  • bagaimana cara membuat rumah-rumahan yang bagus dan mudah untuk anak-anak
    ini bentuk awal, lihat atap rumah rumahan sudah tampak


  • Selanjutnya guntinglah bagian sisi yang miring seperti gambar berikut ini.


  • cara mudah membuat rumah mainan dari kertas origami gunting lagi bekas lipatan ini pada ke 4 bagiannya untuk membentuk tembok rumah
    gunting lagi bekas lipatan ini pada ke 4 bagiannya untuk membentuk tembok rumah


  • Jika sudah digunting ke-4 nya, maka bentuknya akan menjadi seperti gambar di bawah ini.


  • cara pembuatan rumah-rumahan untuk anak dari kertas origami yang sangat gampang
    hasil pengguntingan akan seperti ini


  • Pada kedua sisi-sisi yang baru digunting itu, kemudian diberi lem untuk kemudian ditekuk sehingga tampaklah wujud bagian samping rumah-rumahan. Perhatikan gambar di bawah ini.


  • langkah ini menunjukkan cara membuat rumah-rumahan untuk anak-anak yang menggunakan kertas origami dan mudah serta cepat
    satukan dengan lem untuk membentuk dinding rumah rumahan


  • Lakukan pada kedua bagian yang tadi digunting sehingga hasil akhirnya akan seperti gambar di bawah ini. Lem bagian-bagian yang diperlukan. Sekarang bentuk rumah sudah terlihat jelas. Kita tinggal menghiasnya saja lagi. Dengan sedikit sentuhan tambahan rumah-rumahan ini akan terlihat sangat cantik.


  • lem kedua kertas yang bertumpuk sehingga bentuk rumah berwujud jelas
    lem kedua kertas yang bertumpuk sehingga bentuk rumah berwujud jelas


  • Berikutnya, buatlah garis-garis seperti huruf T untuk membuat pola pintu rumah, dan huruf H terbalik untuk membuat jendela. Lihatlah gambar berikut ini untuk memahaminya


  • cara membuat rumah kertas yang sangat mudah membuat garis untuk pengguntingan bagian jendela dan pintu rumah-rumahan kertas
    membuat garis untuk pengguntingan bagian jendela dan pintu rumah-rumahan kertas


  • Gunting atau gunakan cutter untuk memotong kertas origami sesuai garis-garis atau pola yang tadi dibuat seperti hurut T untuk pintu dan huruf H terbalik untuk 2 buah jendela. Lipat bagian yang telah dipotong itu seperti gambar berikut. Nah, kita rumah sudah memiliki jendela dan pintu.


  • cara yang gampang untuk membuat rumah mainan dari kertas origami menggunting pola garis seperti huruf T dan H terbalik untuk membuat daun pintu dan jendela
    menggunting pola garis seperti huruf T dan H terbalik untuk membuat daun pintu dan jendela


  • Gambari bagian atapnya seperti membuat gambar sisik ikan. Gambari daun jendelanya, juga daun pintunya seperti gambar ini contohnya. Tentu saja kita juga dapat membuat coretan-coretan yang berbeda sesuai selera.


  • tampahkan coretan-coretan untuk atap dan sisi bawah rumah-rumahan dari kertas origami ini untuk membuatnya lebih menarik dan cantik
    tampahkan coretan-coretan untuk atap dan sisi bawah rumah-rumahan



  • Tambahkan juga hiasan pada bagian dinding bawah rumah-rumahan dari kertas origami ini. Misalnya dengan pola seperti susunan batu bata.


  • Demikian cara membuat rumah-rumahan dari kertas origami. Untuk memainkannya, kita bisa menggunakan boneka-boneka kecil mainan anak.

    Bagaimana, mudah bukan? Oh ya, kalau dilihat dari gambar-gambarnya, anda akan dengan cepat memahami proses pembuatannya untuk didemonstrasikan pada anak-anak.

    Baca juga:
    Cara Membuat Burung Mainan dari Kertas yang Sangat Mudah
    Membuat Capung mainan untuk anak-anak SD dan TK
    Kerajinan Tangan dari Sedotan Plastik yang Mudah

    Cara Membuat Bunga Pita yang Mudah dari Potongan Kertas

    Cara Membuat Bunga Pita yang Mudah dari Potongan Kertas

    Sudah lama kita tidak membuat kerajinan tangan. Nah, kali ini kita akan membuat bunga dari potongan-potongan kertas. Mudah sekali sehingga sangat cocok untuk anak-anak SD (Sekolah Dasar). Hanya membuat lingkaran-lingkaran pita, lalu menumpuknya menjadi bentuk bunga sederhana. Oh ya, bunga pita ini biasanya diletakkan di atas sebuah kado sebagai hiasan. Sebenarnya bunga pita dari potongan kertas ini juga bisa digunakan untuk mendekorasi atau menghias dinding kelas dan ornamen kerajinan berbentuk figura dari kardus bekas. Lihatlah bentuknya dari gambar di bawah ini. Bagus bukan?

    cara membuat bunga dari potongan kertas ini sangat mudah sehingga cocok untuk diajarkan pada anak-anak SD (sekolah dasar) 1
    bunga pita dari potongan kertas bekas


    Langkah-Langkah Membuat Bunga Pita dari Potongan Kertas

    Baiklah, sekarang kita akan belajar membuatnya. Ikuti langkah-langkah dari keterangan yang diberikan bersama gambar-gambar berikut.
    • Siapkan alat dan bahan berikut: gunting, lem, dan potongan-potongan kertas bekas.
    • Gunting potongan kertas sehingga anda mempunyai 4 buah kertas ukuran 2 cm x 30 cm.
    • Lalu 4 buah kertas ukuran 2 cm x 20 cm.
    • Lalu 1 buah kertas ukuran 2 cm x 10 cm.
    • Lihat perinciannya dari gambar berikut.


    • cara membuat bunga dari potongan kertas ini sangat mudah sehingga cocok untuk diajarkan pada anak-anak SD (sekolah dasar) 2
      potongan kertas yang diperlukan


    • Berikutnya dengan menggunakan lem satukan ujung-ujung potongan kertas membentuk lingkaran. Perhatikan gambar berikut.


    • cara membuat bunga dari potongan kertas ini sangat mudah sehingga cocok untuk diajarkan pada anak-anak SD (sekolah dasar) 3
      potongan kertas dibentuk lingkaran


    • Jadi kita akan mempunyai 4 buah lingkaran besar, 4 buah lingkaran berukuran tanggung (sedang), dan 1 buah lingkaran berukuran kecil seperti gambar di atas.
    • Selanjutnya, dengan menambahkan sedikit lem pada sisi dalam lingkaran, lingkaran dibentuk seperti angka 8 dengan menempelkan dua sisi lingkaran yang berseberangan. Lakukan ini pada 4 lingkaran besar dan 4 lingkaran ukuran tanggung. Perhatikan gambar.


    • cara membuat bunga dari potongan kertas ini sangat mudah sehingga cocok untuk diajarkan pada anak-anak SD (sekolah dasar) 4
      lingkaran kemudian dibentuk menjadi angka 8


    • Selanjutnya tumpuk dengan bantuan lem setiap bentuk angka 8 kertas itu membentuk bunga pita. Hanya menumpuknya saja satu persatu.


    • cara membuat bunga dari potongan kertas ini sangat mudah sehingga cocok untuk diajarkan pada anak-anak SD (sekolah dasar) 5
      tumpukan pertama


      cara membuat bunga dari potongan kertas ini sangat mudah sehingga cocok untuk diajarkan pada anak-anak SD (sekolah dasar) 6
      tumpukan kedua

    • Terakhir tambahkan lingkaran kecil pada bagian tengah bunga pita.
    • Selesai.


    • cara membuat bunga dari potongan kertas ini sangat mudah sehingga cocok untuk diajarkan pada anak-anak SD (sekolah dasar) 8
      ini hasil akhirnya, tempelkan ke dinding, pigura atau kotak pensil

    Nah, sangat mudah bukan cara membuat bunga pita dari potongan kertas ini. Anda juga dapat mencoba dengan membuat bunga pita ini dengan ukuran yang lebih besar atau lebih kecil sesuai dengan ukuran potongan-potongan kertas bekas yang anda miliki.

    Baca juga:
    Membuat Jadwal Pelajaran dengan Kertas Bekas
    Kreasi Stik Es Krim untuk Anak SD
    Kotak Pensil dari Stik Es Cream
    Cara Membuat Bunga Cantik dari Kantong Plastik

    Cara Mudah Membuat TTS di Teacher's Corner

    Masih memberikan tutorial tentang cara mudah membuat TTS (teka-teki silang) untuk kebutuhan di kelas saat Bapak dan Ibu mengajar, kali ini kami akan menjelaskan cara membuat TTS di website Teacher's Corner. Sebagaimana aplikasi sebelumnya, yaitu Discovery Education dan Instant Online Crossword Puzzle Maker, maka aplikasi pembuat TTS di Teacher's Corner juga aplikasi bersifat online. Jadi untuk menggunakannya kita harus terhubung dengan internet, dan membuat teka-teki silang untuk keperluan lembar aktivitas peserta didik (lembar aktivitas siswa) secara langsung di sana.

    Langsung saja, ya.. Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat sebuah TTS (Teka-teki silang) dengan gampang di Teacher's Corner.
    • Buka halaman aplikasi online pembuat TTS di Teacher's Corner (klik link ini).
    • Akan muncul tampilan halaman website Teacher's Corner pada page aplikasi online pembuat TTSnya.


    • ada aplikasi mudah untuk membuat TTS dan gratis di Teacher's Corner. Dapat digunakan untuk membuat Lembar Kerja Peserta Didik dan digunakan untuk keperluan mengajar
      di Teacher's Corner anda dapat membuat TTS dengan mudah untuk LKPD


    • Gulir halaman ke bawah dengan menggunakan horizoantal scroll bar yang ada di sisi kanan halaman. Temukan formulir pembuatan TTS gratis di website ini. Tampilannya begini.


    • tampilan formulir pembuat TTS gratis di Teacher's Corner
      tampilan formulir pembuat TTS gratis di Teacher's Corner


    • Isikan judul TTS (teka-teki silang) yang anda inginkan.
    • Isikan petunjuk soal (petunjuk menjawab TTS)
    • Isikan kolom jawaban dan kolom soal TTS satu per satu.
    • Perhatikan gambar berikut.


    • isikan formulir untuk membuat TTS gratis anda
      isikan formulir untuk membuat TTS gratis anda


    • Turun ke bagian bawah halaman setelah selesai mengisi jawaban dan soal TTS
    • Pilihlah huruf yang diinginkan (jenis font) untuk TTS anda
    • Klik tombol hijau panjang bertuliskan MAKE CROSSWORD PUZZLE


    • isikan formulir untuk membuat TTS gratis anda 3
      klik tombol Make Crossword Puzzle


    • Akan muncul halaman notifikasi. Tampilannya seperti ini.


    • isikan formulir untuk membuat TTS gratis anda 6
      halaman notofikasi


    • Tutup saja jendela notifikasi dengan mengklik tanda silang di bagian ujung kanan atas.
    • Nah, sekarang anda sudah dapat melihat TTS yang anda buat. 
    • Anda dapat meng-capture (memotret layar) dengan tombol keyboard PRTSC SYSRQ di laptop yang terletak di bagian kanan pojok atas dengan tombol PAUSE BREAK. lalu mem-paste-kannya di photoshop atau paint. Kemudian menyimpannya dengan format Jpeg untuk ditambahkan ke MS word untuk memprint TTS ini.


    • isikan formulir untuk membuat TTS gratis anda 8
      ini TTS yang baru dibuat


    • Tips: saat membuat TTS, pertimbangkan panjang kata yang digunakan sebagai jawaban secara lebih bervariasi sehingga TTS yang jadi akan lebih rapat dan bagus. Pada contoh ini soal dan jawabannya masih sedikit jadi hasilnya tampak kurang secara estetik.
    • Anda dapat juga menyimpan langsung TTS (teka-teki silang) yang baru saja anda buat ini dengan mengklik menu di sisi kiri atas halaman dalam format PDF, atau langsung memprint-nya. Perhatikan gambar berikut.


    • cara membuat TTS yang sangat mudah
      simpan atau print TTS anda


    • File berformat pdf yang anda simpan dapat diprint. Bahkan anda dapat mempublikasikan TTS anda secara online di website atau blog anda.
    Demikian cara membuat TTS (teka teki silang) di Teacher's Corner. Semoga bermanfaat untuk Bapak dan Ibu guru yang sedang menyiapkan lembar kerja untuk peserta didik saat mengajar di kelas.

    Baca juga:
    Cara Gratis Membuat Teka-Teki Silang di Discovery Education
    Cara Gratis Membuat Teka-Teki Silang di Instant Online Crossword Puzzle Maker

    Download Pedoman Simposium GTK 2016

    Download Pedoman atau Panduan Simposium GTK 2016


    Di akhir tulisan ini anda dapat menemukan link download panduan Simposium GTK 2016. Dulu tahun 2015, ajang ini disebut Simposium Guru. Tahun ini disebut Simposium GTK 2016. Memang lebih tepat demikian menurut saya karena yang boleh mengikuti kegiatan Simposium 2016 adalah GTK, jadi prinsipnya tak melulu guru saja. Hari ini, saya telah mendapatkan pedoman atau panduan untuk anda yang mungkin berminat mengikuti kegiatan ini. Oh ya, sekedar untuk diketahui selain nama kegiatan ada beberapa hal lain yang berbeda pada Simposium GTK 2016 dibanding Simposium Guru 2015 lalu. Apa saja itu?

    silakan download Pedoman Simposium GTK 2016 atau panduan mengikuti pemilihan peserta simposium guru 2016
    silakan download Pedoman Simposium GTK 2016


    Jumlah Pemenang Simposium GTK 2016 Dikurangi

    Jika pada tahun lalu simposium menargetkan para pemenang sebanyak 200 orang dari jalur karya tulis, pada Simposium GTK (Guru dan Tenaga Teknis) tahun 2016 hanya ditarget 100 peserta saja. Jadi ada pengurangan dari segi jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan ini.

    Topik atau Tema Karya Tulis Calon Peserta Simposium GTK 2016 Dibatasi

    Kalau pada tahun lalu topik atau tema karya tulis untuk diikutkan pada simposium tidak ada batasan yang ketat, maka tahun ini calon peserta Simposium GTK 2016 harus memilih salah satu tema atau topik yang telah disediakan. Ada 10 topik yang boleh dipilih, yaitu:
    1. Penguatan Pendidikan Karakter di Satuan Pendidikan
    2. Optimalisasi Pendidikan Inklusi
    3. Revitalisasi SMK dalam Menghadapi Daya Saing Ketenagakerjaan
    4. Membangun Budaya Literasi di Satuan Pendidikan
    5. Profesionalitas Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Guru dan Tenaga Kependidikan Pembelajar
    6. Pelindungan Guru dan Tenaga Kependidikan (Hukum, Profesi, K3 dan HaKI)
    7. Membangun Integritas di Satuan Pendidikan
    8. Penilaian Kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan
    9. Meningkatkan Mutu dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
    10. Teknologi informasi sebagai media dan sumber pembelajaran
    Dan tentu saja tidak semua topik bisa dipilih dengan sekehendaknya karena harus memperhatikan peran dari masing-masing penulisnya. Maksudnya begini, ketika seorang Guru SD menulis tentang topik Revitalisasi SMK dalam Menghadapi Daya Saing Ketenagakerjaan, tentunya sangat tidak pas. Itu contohnya saja. Silakan dipikirkan sebelum anda menulis karya.
    Dan, dari setiap topik atau tema ini nantinya hanya akan dipilih 10 karya terbaik saja untuk selanjutnya bersaing dalam satu kelas memperebutkan juara 1, 2, dan 3.

    Tata Cara Pemilihan Peserta Simposium GTK 2016

    Jika pada tahun lalu proses pemilihan peserta yang 200 orang itu banyak mengecewakan guru-guru dan tenaga teknis pendidikan, karena sistem vote melalui like terbanyak (tanpa verfiikasi email) yang dengan mudah dapat dicurangi, kali ini panitia juga lebih ketat. Mula-mula panitia Siposium GTK 2016 akan melakukan seleksi administrasi (memeriksa kelengkapan berkas atau file yang dikirimkan secara online oleh calon peserta), kemudian dipilah-pilah berdasarkan 10 topik atau tema di atas, kemudian dilakukan lagi seleksi akademik naskah, seleksi melalui tes similarity dan sitasi (untuk mengecek plagiarism) yang juga menjadi salah satu hal yang dipermasalahkan banyak peserta pada Simposium tahun lalu. Setelah terpilih 100 orang (masing-masing 10 orang pada setiap kelas/topik/tema di atas) maka setiap peserta Simposium ini akan menjadi pembicara dalam Simposium untuk menentukan pemenang I, pemenang II, dan pemenang III.

    Sistematika Penulisan Karya Tulis Simposium GTK 2016 Ditentukan dengan Ketat

    Untuk sistematika penulisan karya telah ditentukan oleh panitia Simposium GTK 2016. Jika melenceng dari sistematika atau format penulisan ini, tentunya karya tidak akan lolos seleksi administrasi sedari awal seleksi. Bagaimana sistematika karya tulis untuk Simposium GTK 2016 ini, silakan sisimak. Sistematika penulisan karya tulis untuk diikutkan dalam Simposium GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) terdiri dari Pengantar (10%), Masalah (25%), Pembahasan dan Solusi (40%), Kesimpulan dan Harapan Penulis (25%) ditambah Daftar Pustaka, dan Surat Pernyataan Keaslian Karya. Maksimal jumlah halaman 15 (tidak termasuk daftar pustaka), kertas ukuran A4. Naskah diketik dengan spasi 1,5, huruf Arial ukuran huruf (font)12, batas tepi/margin kiri 3 cm, kanan 2,5 cm, atas 3 cm, dan bawah 2,5 cm. Khusus untuk ukuran huruf tabel dan gambar disesuaikan dengan kebutuhan.

    DOWNLOAD PANDUAN ATAU PEDOMAN SIMPOSIUM GTK 2016

    Prinsip Belajar Sambil Bermain untuk TK dan PAUD

    Kalimat belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar adalah kalimat yang sudah sangat sering kita dengar, pada tingkat pendidikan di TK (Taman Kanak Kanak) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Memang pada dasarnya anak-anak seusia TK dan PAUD tidak boleh dijejali dengan beban belajar yang melampaui kapasitas mereka. Perlu teknik-teknik khusus sehingga proses belajar bagi mereka menyenangkan. Nah, untuk tujuan ini, pembelajaran dilakukan sembari bermain.

    belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar adalah salah satu prinsip penting dalam pendidikan anak pra sekolah seperti yang sedang duduk di bangku TK atau PAUD
    belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar?


    Bagi anak-anak kecil yang masih duduk di TK atau PAUD, bermain adalah hak mereka yang sangat penting untuk dipenuhi. Melalui proses bermain maka perkembangan fisik, kognitif, sosial dan emosional serta spiritual mereka akan berjalan dengan baik. Itulah sebabnya saat duduk di bangku TK atau PAUD anak-anak tidak diajarkan materi pelajaran (konten) sebagaimana anak-anak yang lebih besar. Pada masa ini, mereka dipersiapkan untuk berkembang dengan baik kemampuan motoriknya, sosio-emosional dan spiritualnya hingga kognitifnya agar nantinya pada jenjang selanjutnya (Sekolah Dasar) sudah mampu menerima pelajaran dengan baik.

    Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di TK dan PAUD lebih sebagai kegiatan bermain sehingga mereka nantinya dengan secara tidak langsung mengembangkan sikap yang baik demikian juga untuk logika dan etika atau sopan santun. Kegiatan bermain dan belajar haruslah membuat mereka aktif menggunakan anggota-anggota tubuh, menggerakkannya sehingga perkembangan fisik dan mental dapat berlangsung secara seimbang sesuai potensinya.

    Kegiatan bermain di bangku TK dan PAUD dapat dilakukan dengan orang lain (guru dan teman-teman), aktif, mengeksplorasi hal-hal baru yang mungkin belum pernah mereka lakukan sebelumnya, berbicara pada diri sendiri, berkomunikasi dengan orang lain, menantang secara fisik dan mental (kognitif), diberikan contoh bagaimana mengerjakan atau melakukan sesuatu terlebih dahulu, berlatih untuk mengulang-ulang suatu keterampilan, dan tentu saja bergembira dan bersenang-senang.

    Dengan kegiatan bermain ini anak-anak juga akan merasa disayangi, membangun kepercayaan dirinya, merasakan kesenangan, kebahagiaan dan rasa aman, peduli dengan orang lain dan lingkungannya, dan mengembangkan sel-sel syaraf di otaknya.

    Baca Juga:
    Beberapa Pilihan Permainan Saat Anak Belajar Berpuasa
    Aneka Game Mendukung Gaya Belajar Siswa
    Tips Mengajar Anak Membaca
    Ayo Menggambar Tikus dengan Sidik Jari
    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif

    PTS: Topik-Topik yang Dapat Dieksplorasi

    PTS atau penelitian tindakan sekolah sudah lazim dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah. Hanya saja, bagi beberapa kepala sekolah atau pengawas yang belum terbiasa mungkin akan kebingungan juga mengenai apa yang akan diangkat untuk menjadi penelitian tindakannya. Sebagaimana kita ketahui melalui tulisan-tulisan sebelumnya pada blog ini, bahwa PTS itu sangat penting untuk meningkatkan produktivitas sekolah, selain juga sebagai salah satu sarana untuk kepentingan karya tulis ilmiah. Jika Bapak dan Ibu kepala sekolah atau pengawas bingung mengenai topik atau permasalahan apa yang dapat diangkat melalui PTS, berikut ini kami berikan beberapa topik yang mungkin menarik untuk dilaksanakan.

    beberapa pemula yang akan melaksanakan PTS atau penelitian tindakan sekolah mungkin kebingungan mau mulai dari mana dan topik apa yang akan diangkat
    topik apa yang akan diangkat dalam PTS saya?


    Beberapa ruang lingkup topik yang umum diangkat dalam PTS (Penelitian Tindakan Sekolah) antara lain:
    • Penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam kajian pemberdayaan Komite Sekolah
    • Penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam kajian pemberdayaan Dewan Pendidikan untuk kemajuan sekolah
    • Penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam kajian pemberdayaan masyarakat sekitar sekolah
    • Penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam kajian pemberdayaan orang tua/wali siswa untuk dilibatkan dalam program sekolah
    • Penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam kajian kerjasama dengan instansi pemerintah 
    • Penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam kajian peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran
    • Penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam kajian peningkatan disiplin pegawai di lingkungan sekolah
    • Penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam kajian pemberdayaan dan pemotivasian pegawai di lingkungan sekolah
    • Penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam kajian revitalisasi MGMP tingkat sekolah
    • Penelitian tindakan sekolah (PTS) dalam kajian pemberian umpan balik berupa reward dan reinforcement untuk meningkatkan budaya mutu di sekolah

    Nah, berangkat dari kajian atau topik-topik tersebut di atas, Bapak dan Ibu kepala sekolah atau pengawas dapat menentukan bagaimana action (tindakan) yang diberikan sehingga tujuan peningkatan mutu sekolah tercapai. Judul PTS (penelitian tindakan sekolah) yang ditulis nanti dapat bervariasi sesuai selera dan tentunya tetap berdasarkan tujuan penelitian dan tindakan.

    Semoga bermanfaat.

    Baca Juga:
    Tips Sukses Melaksanakan PTS 
    Apa dan Mengapa PTS?
    Tujuan dan Manfaat PTS
    Karakteristik PTS
    Siklus PTS
    Prosedur Pelaksanaan PTS

    Cara Mudah Membuat TTS (Teka-Teka Silang) Di IOCPM

    Sebelumnya kita sudah menjelaskan bagaimana cara membuat TTS atau teka-teki silang dengan mudah di Discovery Education. Hari ini saya akan menunjukkan aplikasi online lain untuk membuat TTS, tapi kali ini di IOCPM (Instant Online Crossword Puzzle Maker). Aplikasi online ini sebenarnya sangat mirip. Silakan mencobanya untuk mengetahui mana yang paling enak dan mudah untuk digunakan.

    Adapaun cara mudah membuat TTS atau teka-teki silang di Instant Online Cross Word Puzzle Maker adalah sebagai berikut:
    • Buka halaman IOCPM (Instant Online Crossword Puzzle Maker)
    • Akan muncul tampilan seperti ini.


    • Membuat TTS atau teka-teki silang itu mudah. Ada banyak cara untuk membuatnya, salah satunya adalah dengan Instant Online Crossword Puzzle Maker
      aplikasi pembuat TTS mudah


    • Isikan judul TTS, misalnya IPA KELAS IV SD
    • Isikan Sub Judul, misalnya SISTEM PENCERNAAN MAKANAN
    • Isikan jawaban-jawaban dan soal-soal TTS dengan format JAWABAN/SOAL TTS pada kotak besar di bawah
    • Jika semua jawaban dan soal sudah dimasukkan, maka anda tinggal mengklik tombol CREATE PUZZLE. Misalnya saya membuat seperti ini:


    • Membuat TTS atau teka-teki silang itu mudah. Ada banyak cara untuk membuatnya, salah satunya adalah dengan Instant Online Crossword Puzzle Maker
      isikan semua formulir untuk membuat TTS


    • Lalu akan tampil TTS (teka-teki silang) anda dengan terbukanya halaman baru.
    • Misalnya seperti ini


    • Membuat TTS atau teka-teki silang itu mudah. Ada banyak cara untuk membuatnya, salah satunya adalah dengan Instant Online Crossword Puzzle Maker 4
      tampilan TTS setelah di buat


    • Tangkap tampilan itu dengan menggunakan tombol di keyboard laptop untuk dicopy dan dicrop nanti. Gunakan tombol PRTSC SYSRQ yang ada di sebelah kanan atas. 
    • Pastekan hasil tangkapan layar (screen shoot) di program aplikasi PAINT atau PHOTOSHOP. Crop seperlunya sehingga didapat gambar TTS yang telah dibuat. Simpan dalam bentuk JPEG. Misalnya seperti ini.


    • Membuat TTS atau teka-teki silang itu mudah. Ada banyak cara untuk membuatnya, salah satunya adalah dengan Instant Online Crossword Puzzle Maker 76
      ini hasilnya, TTS yang baru dibuat


    • Sisipkan di aplikasi MS WORD untuk diprint. 
    • Selesai.
    Demikian cara mudah membuat TTS atau teka-teki silang secara online di Instant Online Crossword Puzzle Maker secara gratis.
    Baca juga:
    Cara Mudah Membuat TTS di Discovery Education
    Cara Mudah Membuat Video Animasi
    Manfaat Youtube untuk Pembelajaran

    Cara Mudah Membuat Teka-Teki Silang Di Discovery Education

    Bapak dan Ibu Guru mau membuat teka-teki silang untuk latihan siswa di kelas? Gampang banget kok Bapak dan Ibu Guru. Saya kasih tahu ya, ada banyak sekali penyedia software baik yang dapat diinstal di komputer ataupun yang digunakan secara online untuk membuat teka teki silang. Salah satu contohnya adalah fasilitas online yang disediakan di website Discovery Education. Gratis dan bisa membuatnya dengan cepat.

    Salah satu kelebihan aplikasi online ini adalah kita bisa mengatur berapa panjang dan lebar teka-teka yang akan kita buat. Setelah memasukkan judul teka-teki silang, mengatur ukuran panjang dan lebar serta terakhir mengetikkan jawaban dan petunjuk soalnya, dengan sekali klik maka tampillan teka-teki silang sudah jadi.

    Mau tau caranya? Yuk kita ikuti langkah-langkah membuat teka-teki silang yang mudah di Discovery Education secara online ini.
    • Buka website Discovery Education pada bagian alat pembuat teka-teki silang di alamat ini Discovery Education
    • Maka akan tampil halaman berikut:


    • cara mudah untuk membuat TTS atau aplikasi online untuk membuat teka teki silang (TTS) Discovery Education
      aplikasi online untuk membuat teka teki silang (TTS) Discovery Education


    • Isikan Judul Teka-Teki Silang, misalnya TEKA-TEKI SILANG RANGKUMAN IPS SD KELAS VI
    • Isikan panjang dan lebar teka-teki yang akan dibuat
    • Isikan jawaban dan petunjuk soal (petunjuk teka-teki)nya.
    • Setelah semua jawaban dan soal soal diketikkan pada STEP 4 itu, lanjutkan dengan mengklik tombol CREATE MY PUZZLE! Lihat gambar di bawah ini.

    • aplikasi online untuk membuat teka teki silang (TTS) Discovery Education 3
      tinggal klik tombol Create My Puzzle!


    • Hasilnya akan seperti gambar berikut ini. Mudah bukan? Nah sekarang kita harus memindahkannya ke MS Word karena kita akan menggunakannya dengan berbasis kertas, bukan online.


    • aplikasi online untuk membuat teka teki silang (TTS) Discovery Education 6
      Ini contoh hasilnya TTS yang kita buat


    • Untuk menggunakannya di kelas, simpan tampilan teka-teki silang di layar dengan menggunakan tombol keyboard PRTSC SYSRQ di bagian barisan kanan atas keyboard. Paste-di aplikasi PAINT atau Photoshop. Edit seperlunya untuk menjadikannya gambar berformat JPEG dan masukkan ke MS. Word.
    • Selesai.
    Baca Juga:
    Cara Mudah Convert File PDF ke Word
    Membuat Video Animasi Mudah di VideoScribe

    Metode-Metode dalam Psikologi Pendidikan

    Metode-Metode dalam Psikologi Pendidikan

    Psikologi pendidikan adalah cabang penting dalam ilmu jiwa (psikologi) yang membahas dan meneliti tentang bagaimana psikologi ditinjau dari sisi seorang pembelajar atau peserta didik. Pada kajian psikologi pendidikan para ahli psikologi pendidikan dan juga praktisi pendidikan menggunakan berbagai metode. Beberapa metode itu adalah:
    • Observasi
    • Tes
    • Eksperimen
    • Kuisioner atau Angket
    • Studi Kasus
    • Metode Klinis
    • Proyeksi
    • Introspeksi

    Baca Juga: Mengapa Guru Harus Paham Psikologi Pendidikan?
    ada beberapa metode yang biasa digunakan dalam metode psikologi pendidikan. berikut uraiannya satu per satu.
    Metode-Metode dalam Psikologi Pendidikan


    Observasi

    Observasi bahasa lainnya adalah pengamatan. Pengamatan ini biasanya dilakukan pada seorang peserta didik atau sekelompok peserta didik dengan cara yang sistematis.

    Tes

    Pada sebuah penelitian di dalam dunia pendidikan seringkali melibatkan metode tes. Pada metode ini diajukan berbagai pertanyaan yang telah dirancang untuk dijawab oleh peserta didik yang akan diamati kondisi psikologisnya. Tes dilakukan dengan kaidah-kaidah tertentu. Biasanya tes dimanfaatkan untuk keperluan praktis.

    Eksperimen

    Pada suatu rentang waktu tertentu dapat dilakukan eksperimen untuk mengumpulkan data. Pemberian perlakuan-perlakuan pada peserta didik atau siswa kemudian diamati hasilnya. Apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Perlakuan mana yang menjadi perlakuan terbaik atau paling efektif akan menjadi hasil akhir dari sebuah eksperimen. Pengolahan data eksperimen biasanya dilakukan dengan statistik atau analisis kuantitatif. Dengan demikian, hasil penenlitian melalui eksperimen ini biasanya lebih akurat ketimbang metode-metode lainnya.

    Kuisioner atau angket

    Angket adalah suatu instrumen pengumpul data. Bentuknya biasanya berupa kumpulan-kumpulan pertanyaan yang telah dirancang oleh peneliti psikologi pendidikan sesuai dengan tujuan penelitian. Daftar pertanyaan yang tertulis pada kuisioner biasanya diserahkan kepada peserta didik untuk dijawab mereka. Sebenarnya kuisioner mirip dengan wawancara atau intervieu hanya saja pada wawancara pertanyaan berurutan diberikan secara lisan.

    Studi Kasus

    Studi kasus adalah metode yang digunakan dalam psikologi pendidikan di mana dilakukan suatu studi atau penyelidikan  pada seorang anak didik atau siswa. Penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang peserta didik tersebut, baik berupa latar belakang ekonomi, sosial, budaya, fisik, dan mental. Studi kasus mungkin memerlukan waktu dan tenaga yang lebih besar untuk memperoleh data yang akurat. Bisa jadi sampai bertahun-tahun. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan melihat dan menyelidiki catatan-catatan perkembangan pada seorang anak didik yang ingin diteliti atau dipahami kondisi psikologisnya.

    Metode Klinis

    Metode klinis merupakan suatu metode yang juga sangat sering digunakan dalam psikologi pendidikan. Metode klinis dilakukan dengan menyelidi perilaku seorang peserta didik yang banyak melakukan perilaku menyimpang yang dapat membuatnya kesulitan belajar atau menghambat perkembangan belajarnya.

    Proyeksi

    Proyeksi adalah suatu metode di mana penelitian terhadap seorang anak didik dengan memberikan gambar-gambar atau tulisan-tulisan atau bentuk khas seperti game sehingga tanggapan terhadap gambar-gambar atau tulisan-tulisan dan game itu dapat diterjemahkan untuk memproyeksikan perilaku yang ditunjukkan oleh peserta didik.

    Instrospeksi

    Ini adalah metode yang sebenarnya cukup rumit untuk diterapkan, di mana para ahlu psikologi atau praktisi pendidikan melakukan introspeksi atau pengamatan terhadap apa yang terjadi di dalam dirinya sendiri.

    Demikia beberapa metode yang biasa digunakan di dalam penerapan dan pengembangan psikologi pendidikan.

    Artikel lainnya:
    Teori-Teori Pembelajaran Tingkah Laku (Behavioristik)
    Otak dan Hubungannya dengan Perkembangan Psikologis

    Teori-Teori Belajar Aliran Behavioristik

    Teori-Teori Belajar Aliran Behavioristik


    Teori-teori belajar dari aliran behavioristik (tingkah laku)  merupakan teori tentang belajar manusia yang mengemukakan bahwa seseorang akan belajar karena adanya reward (penghargaan) dan penguatan (reinforcement). Suatu perilaku menurut teori ini akan dihentikan jika diberikan hukuman (punishment). Adanya stimulus atau rangsangan berupa penghargaan dan penguatan serta hukuman ini akan menimbulkan respon (tanggapan), sehingga pada teori belajar behavioristik dikenal istilah stimulus-respon. Respon bisa perilaku diteruskan atau dihentikan. Psikologi yang mempelajari teori behavioristik ini menganggap bahwa sebagai bukti seseorang telah belajar, maka terjadi perubahan tingkah laku.

    Pada teori belajar behavioristik dikenal istilah stimulus-respon. Respon bisa perilaku diteruskan atau dihentikan. Psikologi yang mempelajari teori behavioristik ini menganggap bahwa sebagai bukti seseorang telah belajar, maka terjadi perubahan tingkah laku.
    Teori-Teori Belajar Aliran Behavioristik


    Orang yang pertama mencetuskan teori behavioristik adalah Gage dan Berliner. Menurut mereka perubahan tingkah laku (yang merupakan bentuk belajar) itu terjadi karena seseorang mempunyai pengalaman akan hal itu. Teori-teori di psikologi behavioristik akhirnya membentuk aliran besar dalam psikologi belajar dan dikenal dengan aliran behavioristik.

    Pada praktiknya di kelas, guru mengajar dan ini merupakan bentuk pemberian stimulus. Kemudian siswa akan memberikan respon. Sampai saat ini, aliran behavioristik masih mempunyai pengaruh yang besar dalam pendidikan dan pembelajaran di sekolah sekolah.

    Ada banyak tokoh psikologi pendidikan yang berpengaruh yang mendukung dan memperkuat teori behavioristik oleh Gage dan Berliner. Misalnya Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, hingga B.F. Skinner


    Teori Belajar Behavioristik Menurut Thorndike

    Belajar menurut Thorndike merupakan sebuah proses yang saling berkaitan antara stimulus dengan respon. Ada koneksi antara stimulus dengan respon. Teori behavioristik yang dikemukakan Thorndike seringkali disebut sebagai Teori Koneksionisme. Yang dimaksud dengan stimulus oleh Thorndike adalah segala hal yang dapat memicu terjadinya kegiatan belajar, misalnya perasaan, pikiran, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan hal-hal lainnya sebagai tangkapan dari panca indera manusia. Sementara respon, menurut Thorndike merupakan bentuk-bentuk reaksi yang akan diberikan oleh manusia atau siswa saat mereka belajar setelah memperoleh stimulus. Respon dapat berupa pemikiran, perasaan, tindakan atau gerakan gerakan. Menurut Thorndike, hasil belajar bersifat konkret, sehingga dapat diamati atau dapat pula bersifat abstrak sehingga sulit atau tidak dapat diamati.


    Thorndike merumuskan 3 buah hukum terkait proses belajar, yaitu  (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan. Ketiga hukum ini dirumuskan oleh Thorndike untuk memberikan menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon (belajar) pada seseorang.

    Teori Belajar Behavioristik Menurut Watson

    Ada perbedaan antara teori behavioristik yang diajukan oleh Thorndike dengan teori behavioristik yang dikemukan oleh Watson. Seperti halnya Thorndike, Watson juga menganggap bahwa belajar adalah suatu proses interaksi antara stimulus dan respon. Akan tetapi, berbeda dengan Thorndike bahwa stimulus dan respon dalam proses belajar itu harus bisa diamati dan dapat diukur. Jadi stimulus dan respon bersifat konkret dan riil. Walaupun demikian Watson tetap menyetujui bahwa juga terdapat perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang saat ia melakukan proses belajar. Menurut Watson perubahan-perubahan mental yang terjadi selama proses belajar itu tidak perlu diperhatikan karena sifatnya yang abstrak sehingga tidak akan dapat diamati.

    Teori Belajar Behavioristik Menurut Clark Hull

    Teori evolusi Darwin pada masanya memang sangat berpengaruh hingga ke psikologi. Jejaknya dapat kita lihat pada teori behavioristik menurut Clark Hull. Menurut Clark Hull, proses belajar yang dilakukan seseorang (bahkan makhluk hidup lainnya) dilakukan untuk semata bertahan hidup. Ada dorongan biologis dari dalam diri seseorang untuk belajar. Dalam menjelaskan proses belajar ini ia juga percaya bahwa stimulus dan respon adalah dua hal yang saling berhubungan. Walaupun stimulus untuk belajar pada dasarnya untuk kepentingan bertahan hidup secara naluriah, akan tetapi menurut Clark Hull bentuk respon yang dihasilkan sebagai bentuk hasil belajar itu bisa sangat bermacam-macam.


    Teori Belajar Behavioristik Menurut  Guthrie



    Guthrie adalah penganut teori behavioristik juga. Teori belajar yang dikemukakannya juga mengacu pada hubungan antara stimulus respon yang digabungkan dengan gerakan. Stimulus-respon digunakan Guthrie untuk menjelaskan bagaimana seseorang melakukan proses belajar. Menurutnya belajar akan terjadi ketika gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sementara tidak terjadi lagi respon. Bagi Guthrie adanya reinforcement atau penguatan bersifat melindungi hasil belajar yang baru saja didapat agar tidak mudah hilang. Penguatan atau reinforcement diberikan dalam rangka pencegahan adanya respon baru. Selain itu hukuman atau punishment sangat penting untuk proses belajar seseorang. Apabila diberikan dengan tepat, maka hukuman akan mampu mengubah atau menghentikan suatu tingkah laku, dan iniga merupakan bentuk belajar. Teori belajar behavioristik yang dikemukakan oleh Guthrie ini dikenal juga dengan teori kontinguiti.

    Teori Belajar Behavioristik Menurut B.F. Skinner

    B.F. Skinner mengajukan teori yang lebih mudah dipahami karena konsepnya sederhana dan ia mengaitkan proses belajar melalui stimulus-respon ini dengan lingkungan. Stimulus dan respon yang berinteraksi di dalam suatu lingkungan akan memicu proses belajar pada seseorang. Demikian pendapat Skinner. Proses belajar menurut skinner terjadi ketika stimulus-stimulus diberikan kepada seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya, sehingga memungkinkan munculnya respon-respon yang berbeda pula. Setiap respon yang diberikan oleh seseorang selalu menuai konsekuensi yang berbeda satu sama lain. Melalui adanya konsekuensi-konsekuensi yang dihadapi inilah kemudian seseorang akan belajar yang ditandai dengan perubahan tingkah lakunya. Penjelasan Skinner yang lebih komprehensif tentang bagaimana proses belajar melalui interaksi stimulus-respon dan lingkungan serta konsekuensinya ini dianggap sangat komprehensif, sehingga wajarlah jika di antara sekian teori teori belajar yang menganut paham behaviorisme ini menjadi paling populer di kalangan ahli psikologi pendidikan.

    Teori Belajar Behavioristik, Kelemahan, Kritik, Kelebihan dan Pertentangan-Pertentangan
    Teori behavioristik memberikan andil yang sangat besar dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah perlunya memberikan penguatan (reinforcement) dalam proses belajar seseorang. Teori behavioristik juga yang pertama kali menyarankan untuk memecah-mecah kurikulum menjadi bagian-bagian kecil yang disusun secara hirarkis dan sistematis untuk memudahkan belajar. Setiap pengetahuan atau keterampilan kompleks harus dibagi-bagi menjadi unit-unit pengetahuan atau keterampilan yang lebih kecil sehingga lebih mudah dipelajari.

    Salah satu kelemahan teori belajar behavioristik adalah ketidakmampuannya dalam menjelaskan bagaimana sebenarnya proses belajar yang sedemikian kompleks itu. Sebagaimana kini disadari dan diketahui banyak ahli psikologi pendidikan bahwa proses belajar tidaklah sederhana sekedar keterkaitan antara stimulus dan respon. Ada banyak bukti bahwa suatu stimulus tidak dapat memberikan respons sebagaimana yang diharapkan. Untuk hukuman (punishment), banyak pula ahli psikologi pendidikan yang tidak sependapat karena menurut mereka pemberian hukuman pada umumnya tidaklah memberikan respon yang tetap, biasanya tidak dapat bertahan lama. Sementara itu dampak negatif hukuman sangatlah buruk bahkan bisa berakibat fatal. Beberapa hukuman malah mendorong pembelajar untuk melakukan tindakan atau respon yang lebih buruk lagi.

    Skinner memang berbeda pandangan dengan Guthrie mengenai hukuman. Jika Guthrie menganggap hukuman sangat penting untuk membentuk respon yang diinginkan dalam proses belajar, maka Skinner lebih menganjurkan untuk memberikan penguatan negatif. Istilahnya memang berbeda dan mempunyai pengertian yang berbeda pula. Contohnya seperti ini, jika penguatan yang diberikan (selanjutnya disebut sebagai penguatan positif) adalah memberikan waktu istirahat yang lebih panjang bagi siswa yang berhasil menyelesaikan tugas dengan cepat, maka untuk penguatan negatifnya adalah siswa akan mendapatkan waktu istirahat yang lebih pendek jika mereka berlambat-lambat dalam menyelesaikan tugas. Sebuah konsep yang berbeda antara hukuman dengan penguatan negatif.

    Baca Juga:
    Mengapa Guru Harus Memahami Psikologi Pendidikan
    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif

    Cara Menjadikan Pembelajaran Guru Pembelajaran Berpusat pada Siswa

    Cara Menjadikan Pembelajaran Guru Pembelajaran Berpusat pada Siswa

    Kebanyakan guru kita adalah guru yang mengajar dengan cara lama. Guru senantiasa menjadi sumber utama pembelajaran. Guru berdiri di depan kelas dan menyampaikan informasi dan pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didik atau siswa, dan seringkali mengabaikan partisipasi aktif mereka. Kita tentu tahu bahwa paradigma belajar jaman sekarang tidak lagi demikian. Akan tetapi tidak mudah bagi guru untuk beralih menjadi guru yang melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Tanpa sadar, ia selalu menguasai hampir seluruh waktu belajar di kelas, dan peserta didik hanya berlaku pasif. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru agar ia dapat bergeser fungsinya menjadi fasilitator dan dapat melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    Beberapa cara yang dimaksud itu adalah:
    • Meyakinkan peserta didik bahwa mereka mampu
    • Fasilitasi siswa dengan merangsang mereka untuk belajar dengan lebih giat
    • Sediakan berbagai aktivitas belajar bagi peserta didik
    • Sisipkan "belajar bagaimana belajar" dalam kegiatan pembelajaran
    • Berikan kesempatan belajar yang lebih banyak dengan umpan balik
    Baiklah sekarang akan kita bahas satu per satu cara menjadikan pembelajaran guru sebagai pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (siswa)

    Tanpa sadar, guru menguasai hampir seluruh waktu di kelas, dan peserta didik hanya berlaku pasif. Beberapa cara dapat dilakukan guru agar dapat melaksanakan pembelajaran berpusat pada siswa.
    Cara Menjadikan Pembelajaran Guru Pembelajaran Berpusat pada Siswa


    Meyakinkan Peserta Didik Bahwa Mereka Mampu

    Yakinkan peserta didik bahwa mereka mampu. Ini tentu bukan hal yang mudah jika guru itu sendiri tidak yakin bahwa siswanya akan mampu belajar secara mandiri. Nah, karena itu, guru harus meyakinkan dirinya sendiri terlebih dahulu bahwa peserta didiknya mampu belajar. Dengan demikian ia akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang dirancang guru dalam sesi-sesi pembelajaran. Ia akan memfasilitasi setiap siswa untuk mengerjakan tugas-tugas itu, bukan lagi mempresentasikan jawaban atau isi dari tugas-tugas itu. Memang ini akan terkesan sulit di awal-awal, tetapi jika guru telah terbiasa (juga para peserta didik), maka akan lebih mudah bagi guru untuk menggeser perannya dari sumber informasi menjadi fasilitator pembelajaran.

    Fasilitasi Siswa dengan Merangsang Mereka untuk Belajar dengan Lebih Giat

    Merangsang siswa untuk lebih giat belajar mungkin juga terkesan bukan pekerjaan yang mudah bagi guru yang terbiasa mendominasi pembelajaran di kelas. Guru yang terbiasa menyajikan semua materi pembelajaran dengan ceramah akan sulit membuat siswa belajar giat karena metodenya sangat membosankan. Perlu bagi guru untuk menyiapkan beragam aktivitas yang bervariasi sehingga secara otomatis peserta didik tertantang dan tertarik untuk lebih giat belajar karena adanya dorongan rasa ingin tahu yang kuat dari dalam diri mereka untuk dipuaskan.

    Sediakan Berbagai Aktivitas Belajar Bagi Peserta Didik

    Ketika seorang guru ingin bergeser dari peran sebagai sumber informasi utama dalam pembelajaran di kelasnya dan selalu mendominasi pembelajaran, maka ia harus menyediakan berbagai aktivitas dan lembar kerja yang menarik. Metode dan teknik pembelajaran yang selalu bervariasi akan membuat kelas yang diampu guru tak pernah membosankan bagi peserta didik untuk mengikutinya. Selalu ada kebaruan aktivitas pembelajaran. Hari ini beda dengan kemarin, dan akan beda pula dengan besok. Kelas dan pembelajaran yang dinamis sangat dibutuhkan oleh siswa.

    Sisipkan "Belajar Bagaimana Belajar" dalam Kegiatan Pembelajaran

    Sebagai guru kita semua pasti tahu bahwa untuk mempelajari sesuatu seringkali digunakan teknik teknik tertentu untuk mempermudahnya. Ada trik-trik khusus. Karena itu penting di sela-sela pembelajaran dengan beragam aktivitas itu, guru juga menyelipkan cara-cara atau trik tertentu tentang cara mempelajari, memahami, atau menguasai sesuatu dengan lebih mudah dan lebih baik. Peserta didik membutuhkan belajar bagaimana belajar, tidak melulu belajar materi ajar semata.

    Berikan Kesempatan Belajar yang Lebih Banyak dengan Umpan Balik

    Ketika kita ingin tahu apakah penampilan kita sudah oke sebelum berangkat ke sekolah, kita biasanya akan bercermin. Kita melihat apakah tatanan kerudung kita sudah rapi. Apakah penampilan kita sudah cukup menarik untuk beraksi di dalam kelas, dan sebagainya. Nah, demikian pula dengan siswa. Agar siswa menjadi aktif dan pembelajaran berpusat kepada mereka, maka guru harus menyediakan cermin bagi mereka. Cermin itu adalah umpan balik (respon) bagi semua aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing siswa. Setiap siswa khas. Mereka akan membutuhkan umpan balik yang berbeda. Mereka  membutuhkan koreksi dan pujian yang berbeda atas hasil dan proses belajar mereka. Ketika guru berkeliling dan memberikan tanggapan melalui umpan balik kepada masing-masing peserta didik, maka setting pembelajaran secara tidak langsung akan berubah menjadi pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik.

    Karakteristik Peserta Didik sebagai Pembelajar yang Baik

    Karakteristik Peserta Didik sebagai Pembelajar yang Baik

    Semua peserta didik di kelas kita adalah pembelajar. Sayangnya, tidak semua peserta didik kita memiliki karakteristik yang baik. Mereka perlu membenahi karakter mereka sehingga benar-benar menjadi pembelajar yang dapat mencapai kesuksesan di kelas, maupun nanti setelah menyelesaikan sekolah dan terjun ke masyarakat. Berikut ini kita akan bahan beberapa karakteristik (ciri-ciri) peserta didik sebagai pembelajar yang baik. Dengan mengetahui bagaimana karakteristik pembelajar yang baik, maka guru diharapkan dapat mendorong mereka membentuk karakter demikian melalui kegiatan pembelajaran di kelas maupun pendidikan secara umum di sekolah. Beberapa karakteristik pembelajar yang diinginkan tumbuh pada peserta didik adalah:
    • pembelajar yang baik selalu pantang menyerah untuk memahami sesuatu yang sedang dipelajari.
    • pembelajar yang baik mempunyai rasa ingin tahu yang besar. 
    • pembelajar yang baik sadar betul bahwa seringkali belajar itu membosankan
    • pembelajar yang baik membangun pengetahuannya sendiri
    • pembelajar yang baik tak pernah berhenti bertanya
    • pembelajar yang baik berbagi apa yang telah mereka pelajari
    • pembelajar yang baik takut gagal, tetapi mereka dapat memanfaatkan rasa takut ini 


    apa saja karakteristik peserta didik yang membedakannya sebagai pembelajar yang baik? Berikut ini 7 karakteristik pembelajar yang baik.
    apa saja karakteristik pembelajar yang baik itu?


    Pembelajar yang Baik Tak Mudah Menyerah untuk Memahami Sesuatu yang Sedang Dipelajari


    Hal pertama yang membedakan peserta didik yang sukses adalah bahwa mereka sangat rajin. Ketika mereka menemukan kesulitan dan hambatan dalam belajar, mereka tidak mudah (pantang) menyerah dan berhenti belajar. Mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk belajar sesuatu. Saat belajar, peserta didik yang sukses selalu melakukan membaca, menulis, analisis, mengelaborasi, mengevaluasi informasi yang ditemukan, mengkomunikasikannya dengan orang lain. Pembelajar yang baik akan selalu memikirkan apa yang sedang mereka pelajari dan menarik minat mereka ke manapun mereka pergi. 

    Pembelajar yang Baik Mempunyai Rasa Ingin Tahu yang Besar

    Modal utama pembelajar yang baik adalah rasa ingin tahu. Dan modal ini akan semakin besar ketika apa yang sedang mereka pelajari sangat diminati. Itulah sebabnya seseorang pembelajar bisa tenggelam dalam aktivitas belajarnya untuk memenuhi kebutuhan akan rasa ingin tahu yang harus dipuaskan. Penting bagi guru untuk mengemas suatu pembelajaran sehingga membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik sehingga muncul minat untuk belajarnya.

    Pembelajar yang Baik Sadar Betul Bahwa Seringkali Belajar itu Membosankan

    Ada banyak deretan aktivitas lain saat ini yang jauh lebih mengasyikkan daripada belajar. Nonton tivi misalnya, seseorang dapat menghabiskan berjam-jam di depan televisi karena begitu menariknya acara-acara dari berbagai channel di tv. Belum lagi gadget, sosial media, game, dan berbagai aktivitas lainnya. Karena itu seorang pembelajar yang baik selalu sadar bahwa belajar itu seringkali merupakan aktivitas yang lebih membosankan ketimbang aktivitas lainnya. Akan tetapi ada dorongan dari dalam diri mereka yang membuat mereka tetap mampu bertahan untuk terus belajar. Salah satunya rasa ingin tahu yang sudah disebutkan di atas.

    Pembelajar yang Baik Membangun Pengetahuannya Sendiri

    Seorang guru tidak akan berhasil memberikan pemahaman tentang suatu materi ajar kepada peserta didiknya jika peserta didik itu tidak berusaha untuk memahaminya. Perlu adanya kesadaran untuk ini. Pemahaman hanya bisa dibangun oleh peserta didik itu sendiri. Mereka membangun struktur pengetahuan dan pemahamannya tentang sesuatu dengan dasar tumpukan pengetahuan yang telah mereka miliki. Jika perlu mereka akan membongkar dan menggantinya dengan pengetahuan dan informasi baru jika dirasakan pengetahuan lama yang dimiliki tidak cocok (tidak sesuai logika dan bukti) yang baru saja mereka pahami. Mereka juga dapat memperkuat dan memperluas pemahaman pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya.

    Pembelajar yang Baik Tak Pernah Berhenti Bertanya

    Belajar itu seperti sebuah rentetan yang tak pernah berhenti. Ketika seorang pembelajar memiliki rasa ingin tahu tentang sesuatu, maka mereka akan merumuskan sebuah pertanyaan untuk mereka jawab. Ketika mereka telah dapat menjawab pertanyaan itu, maka secara otomatis akan muncul pertanyaan-pertanyaan baru di sekitar pemahaman baru yang telah mereka miliki tersebut. 


    Peserta Didik yang Baik Berbagi Apa yang Telah Mereka Pelajari 

    Salah satu ciri pembelajar yang baik adalah mereka mampu mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan ini sebuah kebutuhan lainnya yang mereka harus puaskan. Karena itu seorang pembelajar yang baik, setelah menguasai dan memahami akan sesuatu hal atau materi pelajaran, maka mereka dapat menjelaskannya kepada orang lain dengan bahasa mereka sendiri. Mereka tidak sekedar menghafal, karena itu ketika diminta menuliskannya atau menggambarkannya mereka daat dengan mudah melakukannya. Pembelajar yang baik dapat menemukan dan mengidentifikasi contoh-contoh yang sesuai, dan dapat menterjemahkan pengetahuannya itu ke dalam kehidupannya sehari-hari. Mereka dapat berbicara dengan gamblang tentang pemahamannya itu di berbagai situasi baru.

    Pembelajar yang Baik Takut Gagal, Tetapi Mereka Dapat Memanfaatkan Rasa Takut Ini 

    Hal yang menarik tentang pembelajar yang baik adalah adanya ketakutan akan kegagalan dalam memahami atau menguasai sesuatu. Ketakutan mereka ini bukannya membuat mereka pesimis dan berhenti belajar atau melarikan diri, tetapi justru membuat mereka semakin giat dan berusaha dengan keras untuk memperoleh pemahaman. Mereka memiliki kesadaran, bahwa seringkali kegagalan akan menghampiri mereka, tetapi merea kemudian melihat keuntungan dibaliknya. Mereka belajar dari kegagalannya dalam memahami atau menguasai sesuatu, dan menjadikan mereka semakin tangguh dari hari ke hari.
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...